Senin, 20 April 2020

kegiatan pembagian brosur


Serunya mengikuti ajang pembagian brosur 


Yeah kali ini saya akan bercerita bagaimana serunya saya dan teman teman saya yang sedang sukacita mempromosikan kampus kami yaitu Politeknik katolik mangunwijaya, pada hari minggu bulan desember 2019 saya beserta rekan rekann kumpul dikawasan bundaran simpang lima dimana saya dan teman teman berangkat Jam 7 Pagi berkumpul dan melakukan berdoa sebelum memulai kegiatan setelah pukul 8 saya dan teman teman mencar untuk membagikan selembar brosur yang dimana kami aktif untuk memberikan informasi tentang kampus kami setelah itu kami melakukan pemencaran pembagian brosur dan jika brosur tersebut sudah habis maka kami dan rombongan kembali lagi untuk berkumpul di titik pertama. Disamping kegiatan pembagian brosur tersebut banyak antusias dari warga mengenai informasi kampus kami disitu kamu merasa senang dengan respon yang ditanggapi oleh warga, setelah itu jam mrnunjukan pukul 10 kami dan segenap tim kumpul dan bersiap untuk membubarkan diri dan menuju pulang masing masing

asiknya mengikuti 2 judul PKM


Berkolaborasi mengikuti 2 judul kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa

Baik disini saya akan bercerita bagaimana saya mengikuti 2 judul sekaligus jadi sebelumnya saya hanya mengikuti 1 judul Pkm yaitu Pkm tentang kewirausahaan saya dan teman teman mengambil judul dengan SUCI SUMRINGAH dimana artinya sabun cuci dari minyak bekas hal ini membuat saya semangat untuk membuat proposal agar bisa lolos ke simbalwa tak lama kemudian setelah itu saya di kasih kepercayaan sama salah satu Dosen saya agar saya bisa mengikuti 2 judul disitu proposal yang diajukan juga sama tentang kewirausahaan di judul ke dua ini saya dan teman teman mengambil judul Nata de soya dimana membuat nata de coco dari bekas air tahu disini saya agak sedikit risau karena ketakutan saya jika tidak bisa membagi waktu untuk judul saya yang pertama dan kedua hal ini membuat saya mengembangkan sifat saya bagaimanan bisa membagi waktu untuk kesuksesan proposal kedua saya setelah itu di kampus ada acara workshop dimana semua mahasiswa yang mrngikuti Pkm diberi edukasi bagaimana tata cara dan bagaimana langkah agar Pkm kita bisa dibiyai oleh simbalwa ,setelah itu proposal saya dan teman teman di revisi setelah itu seminggunya pengumuman proposal siapa sajakah yang lolos dan mungkin tuhan mempercayai kedua tim saya lolos disamping itu saya mempunyai rasa anatara senang dan takut senang karena usaha saya tidak mengkhianati hasil takut karena persiapan nya . Setelah itu kampus mengadakan seleksi proposal dipili lah 5 proposal yang terbaik dari berbagai tim dan disitu tim pertama saya masuk 5 besar dan tim kedua juara ke 6 saya dan teman teman mempersiapkan bagaimana untuk presentasi akhirnya jam menunjukan waktu selesai tim pertama saya mendapat juara harapan ke 2 dan kami pun mendapat hadiah.

asiknya praktik membuat emulsi

Mengenal dunia farmasi tak lepas dengan kegiatan praktik pembuatan obat
Disini saya akan bercerita tentang kegiatan praktikum farmasi dimana kegiatannya tak lepas dengan Pembuatan Obat kali ini saya akan bercerita tentang praktik tentang pembuatan emulsi sebelum itu saya adalah orang yang selalu gagal dalam pembuatan emulsi kala smk sediaan saya selalu hasilnya pecah. Kalian pasti bingung kan Apa itu Emulsi?? Iya emulsi adalah sediaan cair yang mengandung campuran air dan minyak dan disatukan dengan emulgator . Waktu masuk Praktik kuliah saya agak takut karena akan membuat sediaan emulsi disini  yang saya takutkan adalah tentang sediaannya bakal berakhir jadi emulsi atau tidak , dengan melawan rasa takut saya karena sudah teropsesi bahwa saya tidak bisa membuat sediaan emulsi dengan benar maka saya tanya kepada dosen saya bagaimana cara Pembuatan Emulsi dengan benar akhirnya saya diajarkan pembuatan emulsi dengan cara gom basah dimana emulgator dicampur dengan minyak diaduk hingga terjadi corpus emulsi bentuknya putih kental dan setelah itu diberi air sedikit demi sedikit dan diaduk secara terus menerus hingga emulsi berubah seperti susu yang putih. Dengan rasa sabar saya mencoba membuat emulsi dengan benar akhirnya saya bisa membuat emulsi dengan benar dan melawan rasa takut saya.

Minggu, 19 April 2020

Seronaknya Berkunjung Ke Panti Wreda Omega

Pada tanggal 12 november 2019 kemarin saya melakukan kegiatan kunjungan dalam rangka mengerjakan tugas yang saya laksanakan di Panti Wreda Omega Semarang. Dipanti tersebut banyak yang menggunakan kursi roda untuk berjalan. Awalnya saya malu harus bertemu dengan kakek nenek yang sudah tua-tua tersebut. Akan tetapi setelah saya mulai berinteraksi dengan beberapa orang disana saya menjadi lebih nyaman. Kegiatan awal kami disana adalah bernyanyi-bernyanyi kamipun berinteraksi dengan kakek nenek yang ada disana, kami juga tak lupa untuk membaur, kami mengajak kakek nenek untuk ikut bernyanyi. Dari kegiatan yang kami lakukan, kami melihat kakek nenek senang, mereka tersenyum dengan lebar dan memperlihatkan giginya yang ompong, saya juga tertawa melihatnya didalam hati saya bersyukur apabila kakek nenek ini bisa senang dengan kehadiran kami. Dengan begitu artinya mereka yang ada disana menerima dengan baik niat baik kami untuk sekedar berbagi cerita dengan kami.
Setelah acara bernyanyi selesai kami melanjutkan kegiatan deng sharing bersama kakek nenek dan juga teman-teman yang lain. Dalam kegiatan sharing ini dibagi dalam beberapa kelompok sesuai kelompok kemarin. Saya dan teman-teman mendatangi seorang nenek-nenek yang sudah lanjut usia pada saat ditanya dia berumur sudah 68 tahun. Beliau dititipkan dipanti karena dia sudah tidak memiliki keluarga, dia mempunyai 1 orang anak tetapi anak tersebut sudah meninggal. Setelah anaknya meninggal suaminya pun juga meninggal. Dia dirumah sendirian, tetapi ada pendeta yang baik hati yang membawa nenek itu kepanti jompo tersebut. Mungkin karena pendeta tersebut kasihan kepada nenek tersebut karena nenek tersebut hidup sebatang kara. Nenek tersebut kalau jalan sudah menggunakan kursi roda mungkin kakinya sudah tidak kuat untuk berjalan. Yang kedua kami menghampiri seorang ibu-ibu. Dia tidak bisa berbicara tetapi dia mengerti apa yang kita bicarakan. Dia disana bersama dengan suaminya mungkin usianya sudah 80 tahun lebih karena sudah tua. Kami tidak tau apakah dia masih punya anak apa tidak tapi keduanya sudah tidak berbicara semuanya. Yang ketiga kami mendatangi seorang laki-laki dia tidak terlalu muda usianya adalah 63 tahun. Dia disana dibawa oleh anaknya, baru 3 bulan dia disana. Anaknya yang sibuk dengan pekerjaaannya menjadikan anak tersebut harus menitipkan orang tuanya disana, istri nya sudah meninggal lama dan anaknya yang lain tinggal dijakarta makanya dia dititipkan dipanti tersebut. Disamping bapak tersebut ada juga seorang bapak umurnya juga hampir sama, tapi lebih tua dari bapak ini. Dia baru saja jatuh dan dibagian pelipisnya luka dan harus dijahit, dia jatuh dikeramik. Bapak ini juga katanya tidak suka tidur dikamar, tidurnya yaitu dikursi depan televisi, dia kalau tidur dikamar katanya dia tidak bisa tidur, dia juga jalannya menggunakan tongkat.
Waktu menunjukan pukul 11.00 saatnya para kakek nenek untuk istirahat, padahal kita masih ingin sharing dengan mereka. Sebelum kita pulang juga kita menyanyikan lagu terlebih dahulu, setelah kita bernyanyi kita berpamitan untuk pulang.
Banyak hal yang mampu saya petik dari kegiatan ini, saya seharusnya lebih bersemangat dalam menghadapu tantangan apapun didalam kehidupan saya. Kakek nenek yang sudah tua saja masih semangat menjalani hidup apalagi kita yang masih jauh lebih muda dibandingkan mereka. Saya juga belajar lebih menghargai orang tua yang sudah membesarkan dan merawat saya hingga saat ini, saya harus lebih menyayangi mereka, menghormati  dan terus menjaga mereka hingga mereka beranjak tua dan tidak mampu lagi melakukan kegiatan sehari-hari  mereka seperti kakek nenek yang ada dipanti. Dan kelak saya yang harus merawat dan menjaga orang tua saya seperti mereka menjaga dan merawat saya hingga saya mampu menjalani hidup dan menikmati hidup seperti sekarang ini. 

Pencegahan terhadap virus corona

Maraknya virus corona kini mulai mengkhawatirkan sejagad raya dalam hal ini masyarakat diupayakan untuk tidak panik tapi tetap waspada, virus ini juga bisa diatasi dengan berbagai pencegahan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjangkit virus corona :

1. Sering mencuci tangan

KomentarSering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir selama 20 detik. Apabila sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan atau hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.
Dianjurkan untuk menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang belum dicuci.

2. Hindari kontak dekat

Hindarilah kontak secara dekat dengan orang lain yang sedang sakit.Beri jarak antara diri Anda dan orang lain jika virus corona telah menyebar di komunitas Anda.Ini sangat penting bagi orang-orang yang berisiko lebih tinggi untuk sakit parah.

3. Jaga jarak sosial

Komentar

Satu di antara pencegahan penyebaran virus Corona yang efektif adalah jaga jarak sosial. Hal ini sebenarnya juga telah disuarakan oleh Pemerintah agar masyarakat jaga jarak fisik atau physical distancing. Dengan menerapkan physical distancing ketika beraktivitas di luar ruangan atau tempat umum, Anda sudah melakukan satu langkah mencegah terinfeksi virus Corona. Jaga jarak Anda dengan orang lain sekitar satu meter.



4. Gunakan masker jika sakit

Jika sakit, Anda harus mengenakan masker ketika berada di sekitar orang lain dan sebelum Anda memasuki kantor penyedia layanan kesehatan. Jika Anda tidak dapat memakai masker (misalnya, karena menyebabkan kesulitan bernapas), maka Anda harus melakukan yang terbaik untuk menutupi saat batuk dan bersin Anda. Selain itu, jika Anda sedang dirawat, orang yang merawat Anda harus memakai masker jika mereka memasuki ruangan Anda.

5. Tetap tinggal di rumah

Dengan tidak keluar rumah alias tetap berada di dalam rumah, akan meminimalisir Anda untuk terjangkit virus corona

Hal ini juga yang terus digalakkan oleh pemerintah agar penyebaran virus corona tidak meluas. Dan kegiatan ini dapat memutus tali penyebaran virus corona

6. Hindari kerumunan

Karena dalam kerumunan, sangat memungkinkan terjadinya penularan apabila ada salah satu orang yang terinfeksi virus corona.

Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia dan pihak lainnya, telah membuat peraturan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas keramaian selama pandemi virus Corona.

mengenal karakteristik reza amelia

karakteristik Reza
Hallo semuanya perkenalkan nama saya Reza Putri Amelia, saya akan mendeskripsikan diri saya. Mengenai kepribadian, jujur saya sendiri juga belum begitu banyak mengenal diri saya sendiri.
Saya memiliki sifat yang ramah, baik hati tapi,saya senang membantu teman dan senang bergaul. Saya juga tipe orang yang mau bekerja keras dalam setiap pekerjaan yang sedang saya jalani agar pekerjaan tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal dan dapat mencairkan suasana.
 Namun, saya juga memiliki beberapa sifat yang buruk. Saya kadang marah dan masih sering egois. Sampai sekarang, saya berusaha mengurangi sifat-sifat buruk itu dengan berusaha belajar mandiri, kurang bisa mengatur waktu, kurang bisa fokus
Saya memiliki hobi yaitu olahraga contohnya renang, voli, karate, karena saya ingin hidup sehat dan saya ingin memiliki tubuh yang maksimal. Dengan karakterisstik tersebut saya tetap bersyukur kepada Tuhan atas kelebihan dan kekurangan saya.

Senin, 14 Oktober 2019

PENDAHULUAN
Dengan perkembangan modern ini semakin banyak limbah-limbah dari pabrik,rumah tangga,perusahaan, kantor-kantor, sekolah dan sebagainya yang berupa cair,padat bahkan berupa zat gas dan semuanya itu berbahaya bagi kehidupan kita. Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik(rumah tangga), yang lebih dikenal sebagai sampah, yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Menurut PP No. 101 tahun 2014, yang dimaksud dengan limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan merusakan lingkungan hidup dan membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain. Limbah B3, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 18/99 jo PP 85/99, adalah bahan berbahaya, beracun, dan berisiko tinggi. Limbah ini memiliki satu atau lebih sifat mudah meledak, mudah terbakar, reaktif, menyebabkan infeksi, korosif, beracun, dapat menyebabkan kanker, menyebabkan perubahan gen, bersifat radioaktif, dan lain-lain. Limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia. Dan tentu saja dampak tersebut akan menjurus pada kehidupan makhluk hidup baik dampak yang akan dirasakan dalam jangka pendek ataupun dampak yang akan dirasakan dalam jangka panjang dimasa yang akan datang,dan kita tidak akan tahu seberapa parah kelak dampak tersebut akan terjadi,hal tersebut menjadi salah satu aspek pendorong bagi kita semua agar lebih berupaya mencegah dampak dari limbah Bahan Berbahaya dan Beracun tersebut, daripada menyaksikan dampak dari limbah B3 tersebut telah terjadi dihadapan kita,dan kita semakin sulit untuk menanggulanginya.
Secara garis besar,hal tersebut menjadi salah satu patokan bagi kita,bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menanggulanginya,khususnya pada masalah limbah Bahan Berbahaya dan(B3) Beracun tersebut.
Dan yang sekarang menjadi permasalahannya adalah bagaimana cara mengatasi ataupun menanggulangi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun(B3) tersebut merupakan sesuatu yang sebenarnya harus menjadi perhatian khusus untuk pemerintah,dan bahka menjadi salah satu hal yang juga patut menjadi perhatian kita bersama.


Identifikasi Limbah B3 Pengidentifikasian limbah B3 digolongkan ke dalam 2 (dua) kategori, yaitu:
1. Berdasarkan sumber
2. Berdasarkan karakteristik
Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi:
·         Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan mudah menguap
·         Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan flokulasi Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan dengn lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut.
·         Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan digested aerobic maupun anaerobic di mana padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung padatan.
·
Berdasarkan Karakteristiknya limbah B3 ini mengalami pertambahan lebih banyak dari PP No. 101 tahun 2014 yaitu:

  Mudah meledak
Limbah yang mudah meledak yaitu limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan.
 



Mudah terbakar
·Limbah yang mudah terbakar yaitu limbah yang bila berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah
menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu lama.

 






Bersifat reaktif
Limbah yang bersifat reaktif yaitu limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.



   
    Beracun
·Limbah yang beracun yaitu limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia dan 
lingkungan. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.

 




   Menyebabkan infeksi
·Limbah yang menyebabkan infeksi yaitu limbah laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang mengandung kuman penyakit, seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia yang terkena infeksi.

 





 Bersifat korosif
Limbah yang bersifat korosif yaitu limbah yang menyebabkan iritasi pada kulit atau mengkorosikan baja, yaitu memiliki pH sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah yang bersifat asam dan lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.
 




Dampak Limbah B3
Limbah B3 diidentifikasi sebagai zat kimia, maka jelas akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia jika tidak dikelola dengan baik. Sesuai Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, limbah B3 bersifat mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, korosif, beracun (toksik), dan penyebab infeksi. Jika terkontaminasi, terhirup, termakan dapat menyebabkan keracunan, kanker hingga kematian. Debu, gas, tanah, air maupun unsur kimia lainnya dapat menjadi berbahaya bagi lingkungan dan manusia jika mengandung B3.
Pengolahan limbah B3 harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya:
1. Lokasi pengolahan
Pengolahan B3 dapat dilakukan di dalam lokasi penghasil limbah atau di luar lokasi
penghasil limbah. Syarat lokasi pengolahan di dalam area penghasil harus:
·         Daerah bebas banjir.
·          Jarak dengan fasilitas umum minimum 50 meter.
Syarat lokasi pengolahan di luar area penghasil harus:
·         Daerah bebas banjir.
·          Jarak dengan jalan utama/tol minimum 150 m atau 50 m untuk jalan lainnya.
·          Jarak dengan daerah beraktivitas penduduk dan aktivitas umum minimum 300 m.
·          Jarak dengan wilayah perairan dan sumur penduduk minimum 300 m.
·         Dan jarak dengan wilayah terlindungi (spt: cagar alam,hutan lindung) minimum 300 m.
2. Fasilitas pengolahan
Fasilitas pengolahan harus menerapkan sistem operasi, meliputi :
·          Sistem kemanan fasilitas
·         Sistem pencegahan terhadap kebakaran
·         Sistem penanggulangan keadaan darurat
·         Sistem pengujian peralatan
·         Dan pelatihan karyawan.
Keseluruhan sistem tersebut harus terintegrasi dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pengolahan limbah B3 mengingat jenis limbah yang ditangani adalah limbah yang dalam volume kecil pun berdampak besar terhadap lingkungan.
3. Penanganan limbah B3 sebelum diolah
Setiap limbah B3 harus diidentifikasi dan dilakukan uji analisis kandungan guna menetapkan prosedur yang tepat dalam pengolahan limbah tersebut. Setelah uji analisis kandungan dilaksanakan, barulah dapat ditentukan metode yang tepat guna pengolahan limbah tersebut sesuai dengan karakteristik dan kandungan limbah.
4. Pengolahan limbah B3
Jenis perlakuan terhadap limbah B3 tergantung dari karakteristik dan kandungan limbah. Perlakuan limbah B3 untuk pengolahan dapat dilakukan dengan proses sbb:
·         proses secara kimia, meliputi: redoks, elektrolisa, netralisasi, pengendapan, stabilisasi, adsorpsi, penukaran ion dan pirolisa.
·         proses secara fisika, meliputi: pembersihan gas, pemisahan cairan dan penyisihan komponen-komponen spesifik dengan metode kristalisasi, dialisa, osmosis balik, dll.
·         proses stabilisas/solidifikasi, dengan tujuan untuk mengurangi potensi racun dan kandungan limbah B3 dengan cara membatasi daya larut, penyebaran, dan daya racun sebelum limbah dibuang ke tempat penimbunan akhir.
·         proses insinerasi, dengan cara melakukan pembakaran materi limbah menggunakan alat khusus insinerator dengan efisiensi pembakaran harus mencapai 99,99% atau lebih. Artinya, jika suatu materi limbah B3 ingin dibakar (insinerasi) dengan berat 100 kg, maka abu sisa pembakaran tidak boleh melebihi 0,01 kg atau 10 gr Tidak keseluruhan proses harus dilakukan terhadap satu jenis limbah B3, tetapi proses dipilih berdasarkan cara terbaik melakukan pengolahan sesuai dengan jenis dan materi limbah.
5. Hasil pengolahan limbah B3
Hasil pengolahan limbah B3 memiliki tempat khusus pembuangan akhir. Limbah B3 yang telah diolah dan dilakukan pemantauan di area tempat pembuangan akhir tersebut dengan jangka waktu 30 tahun setelah tempat pembuangan akhir habis masa pakainya atau ditutup. Perlu diketahui bahwa keseluruhan proses pengelolaan, termasuk penghasil limbah B3, harus melaporkan aktivitasnya ke KLH dengan periode triwulan (setiap 3 bulan sekali).


Limbah B3 adalah setiap limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang karena sifat atau konsentrasinya dan jumlahnya, baik secara langsung maupun secara tidak langsung dapat merusak dan mencemarkan lingkungan hidup dan dapat membahayakan manusia.
Limbah B3 dari kegiatan industri yang terbuang ke lingkungan akhirnya akan berdampak pada kesehatan manusia. Dampak itu dapat langsung dari sumber ke manusia, misalnya meminum air yang terkontaminasi atau melalui rantai makanan, seperti memakan ikan yang telah menggandakan (biological magnification) pencemar karena memakan mangsa yang tercemar.
Dalam upaya penanganan limbah B3, pengindentifikasian karakteristik berbahaya dan beracun dari limbah suatu bahan yang dicurigai, merupakan langkah awal yang paling mendasar. Dengan diketahuinya karakteristik limbah, maka suatu upaya penanganan terpadu akan dapat diterapkan yang terdiri dari pengendalian, pengurangan, pengumpul, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan dan pembuangan akhir.


 DAFTAR PUSTAKA
1.      Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2014, Peraturan Pemerintah RI No101 Tahun 2014 tentang Bahan Berbahaya dan beracun.
2.      Keputusan Kepala Bapedal Nomor Kep-01/BAPEDAL/09/1995 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
3.       Keputusan Kepala Bapedal Nomor 5 Tahun 1995 tentang Symbol dan Label Limbah B3.
4.      https://pengelolaanlimbah.wordpress.com/category/a-pengertian-limbah/ (Diakses 8 february 2016)
5.      Nurcahyo, Hendro. 2013. Dampak Limbah B3 bagi Kesehatan.
https://hendronurcahyo.wordpress.com/2013/07/02/dampak-limbah-b3-bagi-kesehatan/ (Diakses 8 february 201

Bulan Ramadhan gak ada kata untuk tidak berolahraga bukan??

Bulan Ramadhan gak ada kata untuk tidak berolahraga bukan??       Jadi selama bulan ramadhan, marilah kita melakukan...